Jumat, 27 Desember 2013

Lagii" Pure Bio ^^


hahahhaha,,,,, potret kita saat bersama... smga senyum itu slalu terukir dalam raut manis muka kaliian... disaat jalan yang akan benar" kita tempuh masiing" nantinya... smga kekompakkan slalu ada diantara kitaa... :)

^^action on Agrowisata Kusuma-Batu, Malang

Sabtu, 21 Desember 2013

Pure Bio '11

Indahnya kebersamaan saat senyum maniis terlihat darii raut muka kalian...
Ingatlah...
Jika kelak kita terpisah...
Jika kelak kita tak lagii bersama..
Jika kelak takdir memisahkan kita...
Ukiran senyum itu tak akan terlupa...
Slalu ingat dalam memory jingga...

^^action on Candi Bajang Ratu-Mojokerto

Minggu, 29 September 2013

Sepucuk Rindu

Resah hati inii ketika rasa itu mulai muncul,,,
Tersadarii akan sesuatu hal yang seharusnya tak boleh ada...
Slama inii,, slama kenal inii,, aku tak pernah tahu...

Siapa dia ??
Dari mana asalnya ??
Mengapa aku bisa dekat dengannya ??
Baikkah dia ??
Atau sebaliknya ??

Sampaii sejauh inii aku tak pernah mengertii dia...
Saling memberii perhatian satu sama lain...
 Hingga tepat dibulan inii dan ditanggal inii yakni 29 September 2013 aku mengetahui sesuatu....
Aku penuh harap,, berharap semua firasatku benar... agar ketika aku perlahan menghindar dan pergi darinya semua itu tidak akan meninggalkan luka....

Entahnya cintanya yang bertepuk sebelah tangan,,
Entah cintanya yang tlah dikecewakan,,
Entah cintanya yang krna tak mendapatkan restu,,

Semua itu masih menggambang dalam pikiranku... sesungguhnya aku ingin dia bercerita kepadaku,, namun,,,,

Siapa dia ??
Haruskah dia bercerita kepadaku ??
Petingkah aku baginya ??
*Penuh tanya dalam batinku....

Sebelum aku jauh mengenalnya, sebelum aku jauh dekat dengannya, sebelum luka ini kembali ada,, kinii aku mencoba pergi darinya... belajar cuek terhadap segala perhatiannya... karna aku takut jika semua ketakutanku akan menjadi nyata jika aku tak belajar cuek terhadapnya. Aku takut jatuh cinta padanya... Biarkan sepucuk rindu yang pernah ada sebagai salam kawan dariku untuknya di setiap malam yang penuh bintang dan terbalutkan dinginnya malam. ^^A**^^

Minggu, 14 Juli 2013

Jalan Hidupku

Iniilaah aku,, yaa itu aku,, seorang gadis remaja biasa yang sederhana, senang tersenyum dan mau melakukan perubahan untuk menjadi seorang yang lebih baik atau yang terbaik. Dulu, masa-masa galau adalah ketika setelah kelulusan SMA,, "aku harus melanjutkan kemana ??" Ya kata-kata itulah yang terselip dibenakku dan penuh dengan tanya. Sesaat aku mengimpikan UNAIR (Universitas Airlangga) yang berada di Surabaya dan mengambil jurusan farmasi atau kesehatan masyarakat. Sempat aku mengabadikan diriku menggunakan jas almamater UNAIR (#dapat-pinjaman-dari-senior,,-wkwkwkwk) sebagai wujud penyemangat diriku untuk bisa melanjutkan disana, namun tes SNMPTN membuatku tak berdaya, aku BELUM LULUS. Aku shock, aku nangis. Universitas dan jurusan yang aku impikan namun harus kandas karena kegagalanku dalam tes SNMPTN. Tidak berhenti disana aku mencoba tes SPMB Unesa (Universitas Negeri Surabaya) dengan mengambil jurusan Biologi. Sembari menunggu penggumuman aku mengikuti tes D3 UNAIR dengan mengambil jurusan pengobatan tradisonal. Akhirnya dengan ridho Allah dan kedua orangtuaku akhirnya aku LULUS dites keduanya. UNAIR lulus dan UNESA pun lulus. Setelah berunding dengan orangtua aku memutuskan untuk memilih UNESA.


Senin, 01 Oktober 2012

Senja Tak Berirama Part I

Melangkah dengan tertatih, ku menolak setiap bantuan orang yang datang tuk menolongku. Urai berurai air mata membanjiri kelopak mata dan pipiku. Entah... entah apa yang terpikirkan, semua gelap dan aku tak berdaya berbuat apa-apa. Melihat nenek yang lemas tak berdaya, tak bergerak bahkan tak bernafas, sedangkan aku ??!! hanya terdiam termangun dengan air mata berurai-urai. "Tuhan,,,, !! dia lah bagian dari hidupku, bagian dari nyawaku, bagian dari tulang rusukku... Haruskah ?? Haruskah Engkau ambil nyawanya tuk saat ini ??!! Tuhan... apa salahku ??!!" bantinku dalam hati.
Duka begitu menyelimuti suasana hatiku. Kini, sepergian nenek, aku hanya hidup sebatang kara. Tak ada seorang pun yang sayang, peduli dan perhatian kepadaku... Seperti sampah yang tak bermutu !! Itu lah aku,,,

Dua tahun sudah.... Aku hidup tanpa buaian sayang dari nenek, begitu miris dan menyedihkan hidup sebatang kara, ini itu harus sendiri dan serba susah. Suatu ketika aku memutuskan tuk meninggalkan gubuk indah yang tak terlalu besar peninggalan dari alm nenek tercintaku. Berat hati ketika kaki melangkah demi selangkah menjauh dari gubuk itu, ku tak kuasa menahan tangis. Semua kenangan bersama nenek masih terngiang dalam benak dan pikiranku.